Cerita Hidup Anak Perempuan yang Nekat Meraih Cita-Cita Setinggi Langit
Tahun 2012, saat itu usiaku 19 tahun. Aku lulus SMA dari pondok pesantren di Tasikmalaya dan langsung bekerja sebagai kasir di Pizza Hut dengan gaji Rp900 ribu saat itu.
Tak lama kemudian, aku diberi kabar dari temanku yang sudah keluar dari Pizza Hut bahwa dia sekarang jadi pramugari di Saudi Arabia dengan gaji yang sangat besar. Aku pun langsung tertarik setelah mengetahui berapa gaji seorang pramugari. Temanku memberi saran agar kemampuan bahasa Inggrisku ditingkatkan, karena itu salah satu syarat yang harus dipenuhi. Dan memang, pada saat itu kemampuan bahasa Inggrisku sangatlah buruk.
Tapi tanpa berpikir panjang, aku langsung memutuskan untuk ambil kursus bahasa Inggris di Pare, tepatnya Kampung Inggris. Dengan modal seadanya, aku menyisihkan gajiku di Pizza Hut sedikit demi sedikit, hari demi hari, sampai akhirnya terkumpul. Aku langsung pergi ke Pare ditemani Mama. Bukan dengan fasilitas mewah, bukan dengan tabungan berlimpah. Saat itu di benakku hanya satu: "Aku harus bisa meraih cita-citaku."
3,5 bulan aku belajar di Pare. Temanku yang sudah jadi pramugari mengabari ada lowongan ditempatnya bekerja. Tanpa pikir panjang, aku langsung pulang ke Bandung dan mulai mempersiapkan diri untuk interview.
Tapi ternyata ada satu masalah: "orang tuaku ragu". Mereka berpikir, "Apa bisa kamu jadi pramugari? Apa tidak terlalu tinggi cita-cita ini? Sementara kondisi kita seperti ini." Dan aku berusaha meyakinkan orang tuaku bahwa aku ingin meraih cita-citaku agar bisa membantu perekonomian keluargaku. Hari interview pun tiba.
Dulu
Keputusan
Berubah
Sekarang
Traveling gratis
Networking luas
Karier menjanjikan
Gaji dan Bonus